Rabu, 16 Januari 2013

teluk gurita dan danau konkas

Gurita coast and its Konkas beautiful lake suggested as one of destinations in Belu regency is being made up to be more suitable for the visitors of Sail Komodo in September 2013. Its uniqueness appeals in various fish of species,wildbirds around the lake, and the historycal sites of Japaness Army Portland, offerring an fascinating view from its hills.This virgin place also has few crocodiles in various color living friendly there and this place may be the dreams of natural adventures.Accessable place from many sides with natural fasilities there make the visitors welcomed every time.Come and enjoy there!

Minggu, 13 Januari 2013

orang belu keturunan cina

  1.  Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke 3-4 orang cina datang mendahului kedatangan bangsa eropa (portugal dan belanda)ke timor bagian tengah dalam rangka mencari kayu cendana yang harum untuk dipakai sebagai harum-haruman ibadah orang budha atau konfusius.Mengunjungi dan memasuki wilayah orang primitif orang cina telah membekali diri dengan taktik dan metode pendekatan agar tujuan bisnis mereka bisa berhasil.Pendekatan yang dipakai dalam menggapai tujuan bisnis adalah pendekatan kerjaan atau istana di samping pendekatan budaya, dan sosial-dialogis.Pendekatan istana meningkat ke tahap pernikahan dengan putra/putri istana kerajaan yang kemudian menghasilkan keturunan orang belu campuran cina dan pribumi kerajaan lokal.
  2. Apabila perkawinan campuran ini terjadi dalam budaya Patriarchat maka semua anak / keturunan perkawinan mengikuti garis keturunan ayah dan berhak memangku takta kerajaan ayah atau kakeknya.Hal ini dapat berlaku di beberapa daerah Belu seperti kemaq dan bunaq. Namun sistim patriarchat itu tidak dengan sendirinya menghasilkan keturunan garis ayah karena masih ada persyaratan "faen" yang berarti seorang suami memasukkan istri dan anak-anaknya ke dalam sukunya melalui upacara dan pembayaran sejumlah belis atau materi ( uang logam dan hewan ).Apabila itu belum terjadi maka istri dan anak-anak masih tetap berada dan berkuasa dalam garis keturunan ibunya.Hal ini lebih jelas dalam kebudayaan dan adat istiadat orang kemaq dan bunaq di bagian utara Belu, meliputi Lamaknen,Kakuluk Mesak dan Raihat.
  3. Demikian juga rumah adat atau uma metan seorang keturunan Cina dapat mengikuti ayahnya apabila ayahnya dari sistim Patriarchat dan mengikuti mamanya apabila mama itu berasal dari sistim Matriarchat.
  4. Soal dr.Valens Parera, seorang keturunan Cina yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena beliau sedang mempersiapkan diri untuk maju sebagai bakal calon bupati Belu 2014-2019 mendatang.Tentang beliau kami tulis berita ini untuk memberikan pencerahan rasional atas isu sara yang dilontarkan sejumlah kalangan sebagai taktik kampanye hitam(black compaign),"ABC" alias Asal Bukan Cina. Menurut tutur beberapa pemangku adat dan catatan sejarah,pada abad 3-4 datang seorang Cina  di Atapupu bernama tuan Tang.Sebelum kedatangan tuan Tang wilayah atapupu khususnya kawasan Jenilu telah dikuasai raja Jenilu dengan fetornya bernama Fetor Koli. Fetor Koli menerima baik tuan Tang di rumahnya dan pergaulan mereka meningkat ke perkawinan tuan Tang dengan putri Fetor Koli yang bernama Koli Abuk.Hasil perkawinan tuan Tang dengan Koli Abuk menurunkan fetor Moruk yang kemudian dipermandikan oleh Pater Kraachvanger,SJ dengan nama Gabriel Moruk Parera, memakai nama akhir dari bapa permandian Parera yang adalah raja Batugede,juga yang menjadi sahabat dekat tuan Tang.Kemudian Gabriel Moruk Parera ini menurukan lagi Yosef Parera dan Yosef parera menurunkan Felisianus Parera dan Felisianus parera menurunkan Ignatius Kiik Parera. dr.Valens Parera adalah keturunan dari marga Parera ini( sumber info dari bapak Hironimus Parera, salah satu ketua suku rumah bitin berek hale taek, salah satu suku rumah adat di Atapupu.
  5. Maka yang benar adalah ada orang Belu keuturnan Cina,keturunan Eropa dan keturunan Sina Mutin Malaka,keturunan Melus.Tidak benar orang Belu yang tumbuh dari dalam perut bumi sebagai orang asli Belu,itu hanya mitos bukan riil/faktual.


Kamis, 21 Juni 2012

Mengunjungi kampung adat TUANINU

Hari kamis,21 Juni 2012,seluruh staf dinas kebudayaan dan pariwisata mengunjungi kampung adat Tuaninu,sebuah kampung tradisionil yang terletak di kampung Tuaninu,Desa Kusa Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Belu.
Perjalanan dengan kendaraan memakan kurang lebih 1,5 jam itu terasa tidak memelahlan pengunjung karena udara sejuk yang berhembus dari semak-semak dan dedaunan pohon-pohon liar di sepanjang jalan.Sekitar 500 meter lagi sampai di kampung adat Tuaninu, masyarakat sudah menanti pengunjung dengan kuda-kuda tradisonil untuk menjadi kendaraan para pengunjung mendaki bukit kampung itu.
Sebelum melanjutkan perjalanan dengan kuda-kuda masyarakat itu para pengunjung masih disuguhi air kelapa muda yang sejuk disertai dengan umbi-umbi bakar yang lezat dan masih asli dari akarnya yang disajikan di atas sembuah anyaman dari daun gewang.

Adalah kadis kebudayaan dan pariwisata Belu mengangkat pujian atas sambutan yang ramah dan berbudaya itu.Demikian juga ibu Ana Tiwu, pemerhati kebudayaan dan pariwisata dari lingkup dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Belu, turut mengukuhkan pujian kepada sambutan dan keramahtamahan penduduk asli kampung Tuaninu laki dan perempuan ,anak-anak dan remaja.Terutama atas keluguhan dan kerendahan hati etnisnya yang membuka peluang kepada pengunjung untuk lebih lugas menikmati suasana mereka.

Kampung adat Tuaninu terletak di puncuk perbukitan, didiami 7-8 suku rumah tradisionil yang tampak masih asli jauh dari sentuhan-sentuhan modernisme dan mekanisme modern.Di sana kita dapat menyaksikan juga benda-benda purba kala,warisan budaya nenek moyang penduduknya berupa kewang pemali,patung perunggu yang berusai ratusan tahun dan upacara-upacara taboo dan silih tula yang digelar oleh tua-tua adat.
Rumah-rumah adatnya beronamen khas etnis dawan serta memiliki krakter khas mengikuti karakter dan iklim alam sekitar yang kurang lebih dingin di waktu malam dan panas di waktu siang. Pada umumnya atap rumah dari alang-alang, berdidingkan bebak dan masing-masing memiliki situs upacara dan patung-patung dari kayu sebagai simbol suku rumah mereka.
Salah satu keistimewaan kampung adat Tuaninu adalah relasi dan komunikasi yang akrab antara penghuninya dengan alam dan serangga sekitar ( lebah atau madu) yang pada saat itu datang mengunjungi pengunjung dengan bersarang di pohon sekitar rumah ada kapitan meo,sebuah rumah adat dari panglima perang raja Kusa. Komunikasi yang erat antara penghuni dan alamnya sehingga apabila ada rencana jahat dari suku luar untuk menyerang maka alam( apakah lebah, atau burung atau musim) akan memberitahu atau memberikan simbol tertentu kepada penduduknya bahwa akan terjadi rencana jahat.

Akses jalan belum aspal sepanjang kurang lebih 3 km, komunikasi telpon selular dapat diakses, namun fasilitas listrik dan air bersih serta MCK belum tersedia.Namun pemerintah setempat telah berjanji akan memperbaiki akses jalan melalui dana PNPM tahun 2012-2013.

Selasa, 05 Juni 2012

DISCIPLINE OF PNS

Fakta indisplin PNS saat ini menjadi momok para Pimpinan SKPD di kabupaten Belu,NTT.Adalah kadis Kebudayaan dan Pariwisata telah menyayangkan mengkristalnya sebuah budaya malas dan tidak tahu malu di kalangan PNS.Kantor Dinas ibarat seorang ibu yang ditinggalkan sepi oleh anak-anaknya(para PNS) setelah dihisap susu dan madunya (setelah gajinya dikreditkan habis di bank) dan mana kala sang ibu memanggil-manggil anak-anak itu untuk kembali, dijawabnya,"sorry ya bu, aku lagi sibuk dengan urusanku, kalau ada waktu aku singgah sbentar ya".Anak-anak itu adalah PNS yang telah menghabiskan gajinya ke bank-bank di kota ini dan hengkang dari kantor ibunya yang memberi dia memperoleh gaji itu,ke kantor sehari dua untuk sekedar singgah apakah ada info tambah uang baginya.Bila tidak ada hengkang lanjut.Tinggal kantornya sepi dan ditumbuhi semak-semak berduri sebagai simbol kesembrautan disiplin PNS di negeri ini.

Dalam apel awal bulan Juni seorang Petrus Bere, sekertaris daerah mengungkapkan rasa prihatinnya yang mendalam atas kondisi indisiplin PNSnya saat ini."sepertinya jajarannya sudah kehilangan akal untuk menegakkan disiplin bagi kalangan PNSnya".PP53 tahun 2010,ibarat tongkat Musa yang kaku dan tidak berdaya memukul mundur kekerasan hati seorang PNS yang kebal dan bebal dengan indisiplinnya.
Lalu kita hanya mampu berhenti bertanya "mengapa kondisi ini tercipta or diciptakan".
Saya melihat sebab musababnya berasal dari dua sumber yaitu satunya bersumber dari dalam diri sang PNS dan yang lainnya berasal dari luar.Dari dalam diri PNS yang kondisi bathinnya tidak berkualitas alias hati nuraninya tidak tertata baik sejak lahir atau karena faktor lingkungan dan kebiasaan dalam keluarga dan masyarakat yang membentuk dia(PNS) itu eksis sebagai sosok indisiplin.Sedang sumber dari luar itu bermacam-macam antara lain kebiasaan mayoritas PNS yang indisiplin,pehatian pimpinan yang sifatnya 'isme" sempit yang menciptakan sikap "indiferen" dan indisiplin pada PNS.
Maka solusi yang dianjurkan antara lain:
1. Perkuat pembinaan mental spiritual di keluarga-keluarga melalui kegiatan agama, olah raga.
2. Konsekuen dan konsisten penegakan aturan PP 53 dan aturan lainnya yang berkenaan.
Adalah terobosan yang berarti dari Bupati Belu melakukan rekoleksi khusus bagi PNS jelang Natal dan Paskah dan telah menganjurkan agar lebih sering melakukan kegiatan ini hanya karena demi pembentukan nurani PNS yang halus dan peka terhadap dosa dan kesalahannya dan dapat membentuk budaya  malu dan rasa berdosa ( shame culture and guilt culture) di kalangan PNSnya.Semoga,

Minggu, 08 Januari 2012

Mitologi kolam susuk dan teluk gurita,belu,ntt

Konon kolam susuk diberi nama sekian karena tempo doeloe pernah singgah di sana 7 orang gadis cantik yang dititip dari raja Lifao,Oekusi, untuk mandi-mandi dan agar gadis-gadis itu setelah mandi tidak tidur lelap atau selalu berjaga ditiitp pula bersama mereka beberapa ekor nyamuk yang berfungsi selalu mengiang-ngiang mengusik gadis-gadis itu sehingga tidak dapat tertidur dengan maksud agar gadis-gadis itu tidak mengantuk atau selalu berjaga sehingga tidak dapat menjadi mangsa pembantu-pembantu raja; sudah tentu nyamuk yang dikirim bukanlah nyamuk malaria!

Teluk gurita diberi nama sekian karena konon di teluk itu pernah hidup seekor gurita raksasa, sebagai penghuni lokasi itu; begitu kuatnya gurita itu sehingga pernah menangkap dan membuat karam kapal perang jepang yang bersandar di teluk itu; Teluk itu diberi nama teluk gurita dan sampai saat ini masih difungsikan sebagai pelabuhan ferri satu-satunya di kabupaten Belu,NTT.

Kedua lokasi yang bermakna sejarah ini kini sedang dipoles menjadi tujuan wisata alam dan bahari yang menakjubkan; Wisatawan yang berkunjung ke sana selain disuguhi mitos yang menggeli juga suguhan pemandangan perbukitan yang dipadu dengan pemandangan alam pesisir pantai indah,dan suguhan makanan khas kolam susuk,ikan bandeng yang khas rasanya, serta suguhan tarian dan tebe putra-putri cantik orang Belu yang masih lugu dan asli.

Selasa, 03 Januari 2012

Back to nature

Dalam rangka membangun kembali rumah adat di kampung adat Nualain,Kecamatan Lamaknen Selatan, yang telah hangus terbankar beberapa waktu lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghimbau semua pihak yang akan terlibat dalam rencana pembangunan kembali rumah adat agar mengembalikan ciri-ciri asli rumah adat masing-masing suku di kampung adat itu untuk mempertahan dan melestarikan jati diri budaya orang Belu.Biarlah design rumahnya kembali ke aslinya,arti dan makna awalnya sebagai satu simbol suku,(back to nature of each clan).
Untuk menggapai cita-cita ini Pemerintah Daerah mengusulkan agar dalam perencanaan,pelaksanaan dan pemantauan pembangunan rumah adat itu melibatkan unsur tokoh adat suku rumah yang bersangkutan.
Rumah adat adalah simbol yang membahasakan eksistensi sukunya atau klannya.Karena itu untuk membangunnya perlu berkomunikasi dengan ketua dan anggota suku atau klannya. Terimakasih!Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu,NTT

Minggu, 01 Januari 2012

Draf instruksi Bupati ttg larangan membangun rumah adat secara modern

Kegiatan awal tahun 2012 berfokus pada beberapa hal d antaranya, menyiapkan draf instruksi bupati tentang larangan membangun rumah adat dengan konstruksi modern dan mengharuskan suku-suku adat untuk memelihara dan melestarikan ciri-ciri asli rumah adat di seluruh wilayah adat Belu, dan manakala ada yang mengabaikan atau melanggar instruksi ini akan dikenai sanksi adat baik material maupun non material.Latar belakang filosofisnya adalah rumah adat adalah simbol kesatuan adat suku-suku tradisional orang Belu yang perlu dijaga dan dilestarikan agar identitas sukunya tidak lenyap atau hilang akhibat kemajuan teknologi modern.
Rumah ada juga hendaknya di bangun di lokasi kampung adat sehingga membentuk satu kesatuan adat dalam satu lokasi kampung adat yang merupakan pusat situs dan aktus tradisional adat suatu kelompok etnis.
Akhir-akhir ini banyak suku rumah adat cendrung membangun rumah adatnya dengan konstruksi modern dan bersporadis dengan alasan menghindar dari kebakaran atau dengan alasan gengsi material ekonomis dengan mengabaikan bahkan menghilang ciri khas suku yang terlihat pada bentuk,simbol-simbol yang melekat pada dinding, tiang-tiang atau atap sebuah rumah adat.
Apabila kecendrungan ini tidak segera dibendung akan terjadi kehilangan identitias suku-suku di wilayah adat kabupaten Belu;Identitas suatu suku terlihat pada model dan karakter rumah adatnya.
Tujuan yang mau dicapai dengan upaya pelestarian keaslian rumah adat adalah antara lain melestarikan identitas suku, dan menjadi aset wisata yang menarik dan tetap unik.
Tahun ini akan dibangun beberapa rumah adat yang telah hangus terbakar di kampung adat Nualain,Kecamatan Lamaknen Selatan, dengan dana bantuan dari Pemerintah, dan momen ini dipakai untuk mensosialisasikan rancangan instruksi bupati ini; Harapan kita agar semua ketua adat atau suku rumah memahami upaya pemerintah daerah ini;