Minggu, 07 April 2013

kotbah seorang pastor

Menghadiri misa bagi seorang katholik untuk mendengarkan sabda Tuhan dang menerima sakramen komuni suci. Pada hari minggu, 7 april 2013 saya dan istri seperti biasannya menghadiri misa pagi mendengarkan sabda Tuhan yang mengisahkan peristiwa-peristiwa setelah kebangkitan Yesus.Sabda yang menarik setelah kebagkitan yesus mengatakan tiga kali kepada murid-muridnya,"DAMAI SEJAHTERA BAGIMU". DAMAI, adalah susasna bathin dan sosial yang menunjukkan relasi positip dan personal dengan diri,Tuhan dan sesama,yang lahir dalam bentuk kegembiraan dan keberanian.Orang yang baik relasi personal dengan diri,Tuhan dan sesama pasti ada dalam kondisi atau suasana damai.Kalau ada damai pasti ada kegembiraan.Dan kalau ada kegembiraan pasti ada keberanian,dan kalau ada kebernian pasti ada upaya-upaya kreatif untuk menciptakan kesejahteraan bagi dirinya,dan sesama. DAMAI SEJAHTERA BAGIMU!

Rabu, 16 Januari 2013

TENTANG GEREJA KATOLIK PERDANA DI TIMOR

TENTANG GEREJA KATOLIK
tentang atapupu pernah dilaporkan bahwa seorang pastor bernama De hessele singgah di atapupu selama 6 hari dalam perjalaannya dari dili ke kupang disebutkan pula pemerintah kolonial belanda menempatkan seorang tenaga guru di atapupu/janiduk berapa tahun kemudian.janiduk mempunyai sebuah gereja kecil dengan atap yg dibuat dari daun kewangi. thn 1862 ditempatkan seorang nasionalis di atapupu dimana ada pos militer dan sarana-sarana dari tiap militer dan dapat mengunjungi daerah pedalaman tiap kali setahun
thn 1862 bulan desember komandan pasukan militer di atapupu di pindahkan ke larantuka.
nama atapupu rupanya berarti tempat perkumpulan hamba-hamba.mungkin inilah sebabnya mengapa tempat ini sejak 400 thn lalu begitu terkenal sehingga dapat diketemukan di peta dunia yang terbit thn 1952 dan peta lain yang dibuat oleh seorang yg bernama Diego liberu pada thn 1529 kedua peta ini terdapat di perpustakaan pangeran Di waimar.yang yg tebaca disana adalah atafuffus seperti disebut orang usia lanjut.
seorang pastor yang bernama A.kortenhorst S.Y menulis tentang atapupu thn 1905  bahwa sebagai  kota niaga atapupu sudah dikenal oleh kelompok cina sejak thn 1436 ketika orang cina datang membeli kayu cendana yang mahal dan harum untuk perdagangan dan keperluan penyembahan di pagodanya.
sebai berita yang sudah di sebutkan diatas disimpulkan bahwa atapupu dan larantuka dipilih sebagai pusat militer. penempatan militer di larantuka dan di atapupu sebagai prasyarat untuk perwataan iman katolik karna kegiatan perwataan di daerah dan masyarakat yang masih primitif memerlukan pemahaman khususnya bagi orang eropa karna itu di atapupu ada benteng yg terletak di lembah pemerintah sekitar 10 menit dari pantai.
tahun 1874 seorang pastor bernama Dijckmann memberikan pelayanan di janiduk yang letaknya sekitar 1/4 jam dari atapupu. janiduk adalah salah satu kerajaan kecil yang terdiri dari 3 kampung yaitu janiduk, berlulik, dan lialulik.kampung yang terakhir itu terletak di gunung dan terdiri dari 5 atau 6 pondok. disitulah domisili raja. janiduk adalah kampung yang cukup besar ditepi pantai dan penduduknya sebagaian besar katolik.   

teluk gurita dan danau konkas

Gurita coast and its Konkas beautiful lake suggested as one of destinations in Belu regency is being made up to be more suitable for the visitors of Sail Komodo in September 2013. Its uniqueness appeals in various fish of species,wildbirds around the lake, and the historycal sites of Japaness Army Portland, offerring an fascinating view from its hills.This virgin place also has few crocodiles in various color living friendly there and this place may be the dreams of natural adventures.Accessable place from many sides with natural fasilities there make the visitors welcomed every time.Come and enjoy there!

Minggu, 13 Januari 2013

orang belu keturunan cina

  1.  Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke 3-4 orang cina datang mendahului kedatangan bangsa eropa (portugal dan belanda)ke timor bagian tengah dalam rangka mencari kayu cendana yang harum untuk dipakai sebagai harum-haruman ibadah orang budha atau konfusius.Mengunjungi dan memasuki wilayah orang primitif orang cina telah membekali diri dengan taktik dan metode pendekatan agar tujuan bisnis mereka bisa berhasil.Pendekatan yang dipakai dalam menggapai tujuan bisnis adalah pendekatan kerjaan atau istana di samping pendekatan budaya, dan sosial-dialogis.Pendekatan istana meningkat ke tahap pernikahan dengan putra/putri istana kerajaan yang kemudian menghasilkan keturunan orang belu campuran cina dan pribumi kerajaan lokal.
  2. Apabila perkawinan campuran ini terjadi dalam budaya Patriarchat maka semua anak / keturunan perkawinan mengikuti garis keturunan ayah dan berhak memangku takta kerajaan ayah atau kakeknya.Hal ini dapat berlaku di beberapa daerah Belu seperti kemaq dan bunaq. Namun sistim patriarchat itu tidak dengan sendirinya menghasilkan keturunan garis ayah karena masih ada persyaratan "faen" yang berarti seorang suami memasukkan istri dan anak-anaknya ke dalam sukunya melalui upacara dan pembayaran sejumlah belis atau materi ( uang logam dan hewan ).Apabila itu belum terjadi maka istri dan anak-anak masih tetap berada dan berkuasa dalam garis keturunan ibunya.Hal ini lebih jelas dalam kebudayaan dan adat istiadat orang kemaq dan bunaq di bagian utara Belu, meliputi Lamaknen,Kakuluk Mesak dan Raihat.
  3. Demikian juga rumah adat atau uma metan seorang keturunan Cina dapat mengikuti ayahnya apabila ayahnya dari sistim Patriarchat dan mengikuti mamanya apabila mama itu berasal dari sistim Matriarchat.
  4. Soal dr.Valens Parera, seorang keturunan Cina yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena beliau sedang mempersiapkan diri untuk maju sebagai bakal calon bupati Belu 2014-2019 mendatang.Tentang beliau kami tulis berita ini untuk memberikan pencerahan rasional atas isu sara yang dilontarkan sejumlah kalangan sebagai taktik kampanye hitam(black compaign),"ABC" alias Asal Bukan Cina. Menurut tutur beberapa pemangku adat dan catatan sejarah,pada abad 3-4 datang seorang Cina  di Atapupu bernama tuan Tang.Sebelum kedatangan tuan Tang wilayah atapupu khususnya kawasan Jenilu telah dikuasai raja Jenilu dengan fetornya bernama Fetor Koli. Fetor Koli menerima baik tuan Tang di rumahnya dan pergaulan mereka meningkat ke perkawinan tuan Tang dengan putri Fetor Koli yang bernama Koli Abuk.Hasil perkawinan tuan Tang dengan Koli Abuk menurunkan fetor Moruk yang kemudian dipermandikan oleh Pater Kraachvanger,SJ dengan nama Gabriel Moruk Parera, memakai nama akhir dari bapa permandian Parera yang adalah raja Batugede,juga yang menjadi sahabat dekat tuan Tang.Kemudian Gabriel Moruk Parera ini menurukan lagi Yosef Parera dan Yosef parera menurunkan Felisianus Parera dan Felisianus parera menurunkan Ignatius Kiik Parera. dr.Valens Parera adalah keturunan dari marga Parera ini( sumber info dari bapak Hironimus Parera, salah satu ketua suku rumah bitin berek hale taek, salah satu suku rumah adat di Atapupu.
  5. Maka yang benar adalah ada orang Belu keuturnan Cina,keturunan Eropa dan keturunan Sina Mutin Malaka,keturunan Melus.Tidak benar orang Belu yang tumbuh dari dalam perut bumi sebagai orang asli Belu,itu hanya mitos bukan riil/faktual.


Kamis, 21 Juni 2012

Mengunjungi kampung adat TUANINU

Hari kamis,21 Juni 2012,seluruh staf dinas kebudayaan dan pariwisata mengunjungi kampung adat Tuaninu,sebuah kampung tradisionil yang terletak di kampung Tuaninu,Desa Kusa Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Belu.
Perjalanan dengan kendaraan memakan kurang lebih 1,5 jam itu terasa tidak memelahlan pengunjung karena udara sejuk yang berhembus dari semak-semak dan dedaunan pohon-pohon liar di sepanjang jalan.Sekitar 500 meter lagi sampai di kampung adat Tuaninu, masyarakat sudah menanti pengunjung dengan kuda-kuda tradisonil untuk menjadi kendaraan para pengunjung mendaki bukit kampung itu.
Sebelum melanjutkan perjalanan dengan kuda-kuda masyarakat itu para pengunjung masih disuguhi air kelapa muda yang sejuk disertai dengan umbi-umbi bakar yang lezat dan masih asli dari akarnya yang disajikan di atas sembuah anyaman dari daun gewang.

Adalah kadis kebudayaan dan pariwisata Belu mengangkat pujian atas sambutan yang ramah dan berbudaya itu.Demikian juga ibu Ana Tiwu, pemerhati kebudayaan dan pariwisata dari lingkup dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Belu, turut mengukuhkan pujian kepada sambutan dan keramahtamahan penduduk asli kampung Tuaninu laki dan perempuan ,anak-anak dan remaja.Terutama atas keluguhan dan kerendahan hati etnisnya yang membuka peluang kepada pengunjung untuk lebih lugas menikmati suasana mereka.

Kampung adat Tuaninu terletak di puncuk perbukitan, didiami 7-8 suku rumah tradisionil yang tampak masih asli jauh dari sentuhan-sentuhan modernisme dan mekanisme modern.Di sana kita dapat menyaksikan juga benda-benda purba kala,warisan budaya nenek moyang penduduknya berupa kewang pemali,patung perunggu yang berusai ratusan tahun dan upacara-upacara taboo dan silih tula yang digelar oleh tua-tua adat.
Rumah-rumah adatnya beronamen khas etnis dawan serta memiliki krakter khas mengikuti karakter dan iklim alam sekitar yang kurang lebih dingin di waktu malam dan panas di waktu siang. Pada umumnya atap rumah dari alang-alang, berdidingkan bebak dan masing-masing memiliki situs upacara dan patung-patung dari kayu sebagai simbol suku rumah mereka.
Salah satu keistimewaan kampung adat Tuaninu adalah relasi dan komunikasi yang akrab antara penghuninya dengan alam dan serangga sekitar ( lebah atau madu) yang pada saat itu datang mengunjungi pengunjung dengan bersarang di pohon sekitar rumah ada kapitan meo,sebuah rumah adat dari panglima perang raja Kusa. Komunikasi yang erat antara penghuni dan alamnya sehingga apabila ada rencana jahat dari suku luar untuk menyerang maka alam( apakah lebah, atau burung atau musim) akan memberitahu atau memberikan simbol tertentu kepada penduduknya bahwa akan terjadi rencana jahat.

Akses jalan belum aspal sepanjang kurang lebih 3 km, komunikasi telpon selular dapat diakses, namun fasilitas listrik dan air bersih serta MCK belum tersedia.Namun pemerintah setempat telah berjanji akan memperbaiki akses jalan melalui dana PNPM tahun 2012-2013.

Selasa, 05 Juni 2012

DISCIPLINE OF PNS

Fakta indisplin PNS saat ini menjadi momok para Pimpinan SKPD di kabupaten Belu,NTT.Adalah kadis Kebudayaan dan Pariwisata telah menyayangkan mengkristalnya sebuah budaya malas dan tidak tahu malu di kalangan PNS.Kantor Dinas ibarat seorang ibu yang ditinggalkan sepi oleh anak-anaknya(para PNS) setelah dihisap susu dan madunya (setelah gajinya dikreditkan habis di bank) dan mana kala sang ibu memanggil-manggil anak-anak itu untuk kembali, dijawabnya,"sorry ya bu, aku lagi sibuk dengan urusanku, kalau ada waktu aku singgah sbentar ya".Anak-anak itu adalah PNS yang telah menghabiskan gajinya ke bank-bank di kota ini dan hengkang dari kantor ibunya yang memberi dia memperoleh gaji itu,ke kantor sehari dua untuk sekedar singgah apakah ada info tambah uang baginya.Bila tidak ada hengkang lanjut.Tinggal kantornya sepi dan ditumbuhi semak-semak berduri sebagai simbol kesembrautan disiplin PNS di negeri ini.

Dalam apel awal bulan Juni seorang Petrus Bere, sekertaris daerah mengungkapkan rasa prihatinnya yang mendalam atas kondisi indisiplin PNSnya saat ini."sepertinya jajarannya sudah kehilangan akal untuk menegakkan disiplin bagi kalangan PNSnya".PP53 tahun 2010,ibarat tongkat Musa yang kaku dan tidak berdaya memukul mundur kekerasan hati seorang PNS yang kebal dan bebal dengan indisiplinnya.
Lalu kita hanya mampu berhenti bertanya "mengapa kondisi ini tercipta or diciptakan".
Saya melihat sebab musababnya berasal dari dua sumber yaitu satunya bersumber dari dalam diri sang PNS dan yang lainnya berasal dari luar.Dari dalam diri PNS yang kondisi bathinnya tidak berkualitas alias hati nuraninya tidak tertata baik sejak lahir atau karena faktor lingkungan dan kebiasaan dalam keluarga dan masyarakat yang membentuk dia(PNS) itu eksis sebagai sosok indisiplin.Sedang sumber dari luar itu bermacam-macam antara lain kebiasaan mayoritas PNS yang indisiplin,pehatian pimpinan yang sifatnya 'isme" sempit yang menciptakan sikap "indiferen" dan indisiplin pada PNS.
Maka solusi yang dianjurkan antara lain:
1. Perkuat pembinaan mental spiritual di keluarga-keluarga melalui kegiatan agama, olah raga.
2. Konsekuen dan konsisten penegakan aturan PP 53 dan aturan lainnya yang berkenaan.
Adalah terobosan yang berarti dari Bupati Belu melakukan rekoleksi khusus bagi PNS jelang Natal dan Paskah dan telah menganjurkan agar lebih sering melakukan kegiatan ini hanya karena demi pembentukan nurani PNS yang halus dan peka terhadap dosa dan kesalahannya dan dapat membentuk budaya  malu dan rasa berdosa ( shame culture and guilt culture) di kalangan PNSnya.Semoga,

Minggu, 08 Januari 2012

Mitologi kolam susuk dan teluk gurita,belu,ntt

Konon kolam susuk diberi nama sekian karena tempo doeloe pernah singgah di sana 7 orang gadis cantik yang dititip dari raja Lifao,Oekusi, untuk mandi-mandi dan agar gadis-gadis itu setelah mandi tidak tidur lelap atau selalu berjaga ditiitp pula bersama mereka beberapa ekor nyamuk yang berfungsi selalu mengiang-ngiang mengusik gadis-gadis itu sehingga tidak dapat tertidur dengan maksud agar gadis-gadis itu tidak mengantuk atau selalu berjaga sehingga tidak dapat menjadi mangsa pembantu-pembantu raja; sudah tentu nyamuk yang dikirim bukanlah nyamuk malaria!

Teluk gurita diberi nama sekian karena konon di teluk itu pernah hidup seekor gurita raksasa, sebagai penghuni lokasi itu; begitu kuatnya gurita itu sehingga pernah menangkap dan membuat karam kapal perang jepang yang bersandar di teluk itu; Teluk itu diberi nama teluk gurita dan sampai saat ini masih difungsikan sebagai pelabuhan ferri satu-satunya di kabupaten Belu,NTT.

Kedua lokasi yang bermakna sejarah ini kini sedang dipoles menjadi tujuan wisata alam dan bahari yang menakjubkan; Wisatawan yang berkunjung ke sana selain disuguhi mitos yang menggeli juga suguhan pemandangan perbukitan yang dipadu dengan pemandangan alam pesisir pantai indah,dan suguhan makanan khas kolam susuk,ikan bandeng yang khas rasanya, serta suguhan tarian dan tebe putra-putri cantik orang Belu yang masih lugu dan asli.

Selasa, 03 Januari 2012

Back to nature

Dalam rangka membangun kembali rumah adat di kampung adat Nualain,Kecamatan Lamaknen Selatan, yang telah hangus terbankar beberapa waktu lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghimbau semua pihak yang akan terlibat dalam rencana pembangunan kembali rumah adat agar mengembalikan ciri-ciri asli rumah adat masing-masing suku di kampung adat itu untuk mempertahan dan melestarikan jati diri budaya orang Belu.Biarlah design rumahnya kembali ke aslinya,arti dan makna awalnya sebagai satu simbol suku,(back to nature of each clan).
Untuk menggapai cita-cita ini Pemerintah Daerah mengusulkan agar dalam perencanaan,pelaksanaan dan pemantauan pembangunan rumah adat itu melibatkan unsur tokoh adat suku rumah yang bersangkutan.
Rumah adat adalah simbol yang membahasakan eksistensi sukunya atau klannya.Karena itu untuk membangunnya perlu berkomunikasi dengan ketua dan anggota suku atau klannya. Terimakasih!Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu,NTT

Minggu, 01 Januari 2012

Draf instruksi Bupati ttg larangan membangun rumah adat secara modern

Kegiatan awal tahun 2012 berfokus pada beberapa hal d antaranya, menyiapkan draf instruksi bupati tentang larangan membangun rumah adat dengan konstruksi modern dan mengharuskan suku-suku adat untuk memelihara dan melestarikan ciri-ciri asli rumah adat di seluruh wilayah adat Belu, dan manakala ada yang mengabaikan atau melanggar instruksi ini akan dikenai sanksi adat baik material maupun non material.Latar belakang filosofisnya adalah rumah adat adalah simbol kesatuan adat suku-suku tradisional orang Belu yang perlu dijaga dan dilestarikan agar identitas sukunya tidak lenyap atau hilang akhibat kemajuan teknologi modern.
Rumah ada juga hendaknya di bangun di lokasi kampung adat sehingga membentuk satu kesatuan adat dalam satu lokasi kampung adat yang merupakan pusat situs dan aktus tradisional adat suatu kelompok etnis.
Akhir-akhir ini banyak suku rumah adat cendrung membangun rumah adatnya dengan konstruksi modern dan bersporadis dengan alasan menghindar dari kebakaran atau dengan alasan gengsi material ekonomis dengan mengabaikan bahkan menghilang ciri khas suku yang terlihat pada bentuk,simbol-simbol yang melekat pada dinding, tiang-tiang atau atap sebuah rumah adat.
Apabila kecendrungan ini tidak segera dibendung akan terjadi kehilangan identitias suku-suku di wilayah adat kabupaten Belu;Identitas suatu suku terlihat pada model dan karakter rumah adatnya.
Tujuan yang mau dicapai dengan upaya pelestarian keaslian rumah adat adalah antara lain melestarikan identitas suku, dan menjadi aset wisata yang menarik dan tetap unik.
Tahun ini akan dibangun beberapa rumah adat yang telah hangus terbakar di kampung adat Nualain,Kecamatan Lamaknen Selatan, dengan dana bantuan dari Pemerintah, dan momen ini dipakai untuk mensosialisasikan rancangan instruksi bupati ini; Harapan kita agar semua ketua adat atau suku rumah memahami upaya pemerintah daerah ini;

Sabtu, 31 Desember 2011

bercermin di penghujung 2011

Bercermin akhirnya di penghujung tahun ini,2011,pada doa dan meditasi sore hari di gereja Lolowa, dalam suasana liturgi misa kudus akhir tahun yang dipimpin pastor paroki,Rev.Romo Urbanus Hala,Pr,dan menemukan diriku dan Tuhan yang kupercaya sejak kecil dan kurang lebih kupahami di kampus Sekolah tinggi Filsafat dan teologi Ledalero tiga puluh tahun silam,menyata secara hidup dan aktip dalam seluruh pengalaman hidup selama 2011 ini.
Tuhan yang pada mulanya cuma suatu Firman, yang menciptakan seluruh smesta dan isinya,
kemudian meluncur ke alam jagat dalam rupa Terang, yang menjelma menjadi sosok Mesias yang diutus dan perutusannya dipersiapkan oleh seorang Bentara,Yohanes,
dan Mesias itu telah tiada sebagai sosok sejak ribuan tahun silam,
namun tetap hadir,hidup dan aktip dalam bentuk Firman lagi,firman yang selalu dibacakan dalam Kitab Kudus,pada setiap acara dan liturgi sakramen-sakramen,
juga dalam bentuk Terang Roh Kudus yang menjadi saudara setiap orang beriman yang sedang berziara ini,
plus dalam diri sesama manusia Ia tetap hadir,hidup dan aktip menolong kita,membimbing kita selama perjalanan hidup di tahun 2011.
Saya mengalami Tuhan itu sungguh ada dan hidup serta aktip menolong saya,keluarga dan sahabat kenalan saya selama 2011 lalu.
Pertolongan Tuhan terwujud dalam anugerah besar posisi jabatan eselon dua yang benar diharapkan pada awal tahun dan ternyata dipenuhi pada bulan ke tujuh hari ke 30;Anugerah ini sungguh mengubah suasana hidup keluarga saya baik secara materiil maupun spirituil.Anakku yang sulung,Estefania dos Santos menyelesaikan studinya di STKES Sin Karolus Jakarta dengan cum laude dan saat ini sudah bekerja,dan putri ketiga,Christera yang berambisi menjadi calon dokter harus iklas kepada penyelenggaraan ilahi dan cukup menerima menjadi mahasiswi fakultas sains dan teknologi kupang;namun sukses besar dalam studi dialami oleh putra pertama,Jose ML Filipe,meraih juara umum di SMP Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere,Flores; dan masih banyak wajah Tuhan yang pemurah kepada keluargaku yang harus aku syukuri dalam doa syukur agung bersama imam Romo Urbanus Hala,PR pada misa sore ini.
Tuhan siapakah aku ini sehingga Tuhan perhatikan,
dan apakah aku ini sehingga Tuhan pelihara?
Sungguh kasihmu luar biasa bagiku,
aku merasa hina di hadapanMu dan lidahku menjadi kaku,bisu,mau katakan apa kepadaMU?
Tuhan ini aku,bawalah aku ke tahun berikutnya, ke rumput yang lebih hijau dan sumber air yang lebih menyegarkan,semoga,amin.

Jumat, 30 Desember 2011

Pariwisata Belu,NTT berbenah diri

Berekembang menjadi kota perbatasan RI-RDTL,kota Atambua,ibukota kabupaten Belu,Propinsi NTT, mulai berbenah diri untuk menjadi salah satu  obyek dan daya tarik wisatawan nusantara dan manca negara di kawasan wisata NTT. Mulai dari kegiatan indentifikasi titik-titik kuat daya tarik dan keunikan obyek pariwisata baik budaya, bahari dan alam serta minat khusus di kawasan utara dan selatan kabupaten yang langsung berbatasan dengan negara baru Republik Demokrat Timor Leste itu, sampai rencana pengembangannya secara terfokus.
Sekurang-kurangnya teridentifikasi beberapa obyek dan daya tarik wisatawan yang menjadi andalan pariwisata kabupaten Belu yaitu: Wisata alam dan bahari kolam susuk dan teluk gurita yang amat bernilai sejarah itu, pantai pasir putih yang letaknya sangat menggoda di jalan lintas perbatasan RI-RDTL, pantai selatan motadikin dengan hamparan pasir putih sepanjang belasan kilo meter dengan gelombang laut yang nakal,kampung-kampung adat peninggalan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe yang saat ini menjadi pusat pelestarian kebudayaan orang Belu seperti kampung adat Loro Lamaknen, Loro lakekun, Loro Dirma,Kerajaan Wese Wehali kampung adat Kamanasa,Nualaian,Loonuna,dan Bolan.
dan situs-situs bersejarah seperti gereja tua atapupu,lahurus dan nualain,benteng Makes,kuburan raja-raja;
dilengkapi dengan atraksi-atraksi musik dan tarian tradisional ternama seperti tarian likurai yang telah menjadi icon wisata budaya Belu,musik tradisional suling bambu dan kakeit yang unik dan mempesona selalu siap dalam kemasan-kemasan yang menarik;
Mau menikmatinya? sedang siap menerima anda, come on,please,ada fasilitas yang khas dan tetap menjaga diri dalam keasliannya, akses transportasi cukup lancar baik udara,laut dan apalagi darat serta komunikasi
internet,telkom juga cukup memadai.
Kami berjanji dua tiga tahun mendatang, pengembangan obyek wisata bahari terpadu kolam susuk dan teluk gurita sudah siap menyajikan paket -paket kenikmatan yang menjanjikan dengan dimulainya pembangunan sarana dan prasarana pariwisata tahun 2012; di sana  anda akan menikmati panorama alam perbukitan yang berpadu dengan pantai Aufuik,kegiatan rekreasi dan olah raga mancing, luncuran antar bukit,lintas speda,dsb.
Lokasi ini juga akan dikembangkan sebagai tujuan outbond siswa/siswi pelajar yang avontur di bidang sains,biolgi dan pramuka; Kami berharap masyarakat sekitarnyalah yang pertama-tama akan menikmati fasilitas dan hasil dari pembangunan pariwisata di lokasi ini, karena itu dari masyarakat inipula kita berharap dukungan dan partisipasi.Terimakasih untuk masyarakat pesisir Atapupu, see you next

How Beluness end this year

Just a day  more this year,2011, will end,and people of Atambua the capital city of Belu regency show their variety habits regarding to the ending year  as well as new year.Cake and drink shops look like a great feast that rounded so many people of male and female, children, youth  as well as the old ages.Fireworks at everywhere thunder creating an atmosphere of war.Teenagers with strange hair look like gangs make grups at cross road street way,and some way they take in force some money from those passing through so that they may buy some alcohol to their grup.And many other strange acts of the youth.
Experiencing this demeaned acts of grups, the Regent of Belu called for attention of everybody to making this moment a reflection and evaluation time upon each work and life along this year going end.Meanwhile the authority of catholic church as an influence institution there at Atambua,as well as the police do not so much to fight against those make strange and sometime terrible to others.Is there no other way to celebrate this going and new year? At least according to our customs: come into grup rounding a candle and praying,talking and mealing togather all family members.Come on, follow the calling of the regent, making this moment a reflection and evaluation time.Happy ending and new year!

Yonif 744 SYB Tobir belajar budaya Belu

Batalion TNI perbatasan di Tobir Atambua,Belu,NTT, tidak lagi mengandalkan senjata fisik menjadi alat pertahanan dan keamanan di perbatasan; mereka mulai belajar budaya lokal sebagai senjata andalan untuk meramu sistim pertahahannya di perbatasan Belu dan Timor Leste. Hal itu terlhat dari materi pembekalan pratugas prajurit TNI di Tobir belum lama ini yang mengangkat sosial budaya Belu sebagai hal yang penting untuk diketahui setiap prajurit yang bertugas di perbatasan Belu-RDTL.
Terlihat pula dalam keranka kerja sama Yonif 744 Tobir dengan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam setiap event atraksi budaya daerah di mana satuan prajurit Yonif 744 Tobir sering mengambil bagian secara aktif dengan menampilkan tarian JaI bersenjata yang amat mengesankan sekaligus menampilkan sisi lembut dari seorang prajurit yang bertubuh kekar.
Belajar makan sirih dan pinang sebagai alat komunikasi orang-orang di Kabupaten Belu, adalah salah satu upaya mengenal dan mencintai budaya Belu; Bravo bagi Yonif 744 SYB Tobir!

Menutup tahun gaya orang atambua

Hitung jam saja tahun 2011 akan berlalu, tabiat penduduk kota atambua sudah mulai berubah dari biasanya menjadi aneka dan aneh-aneh: ibu-ibu berjejar di toko-toko roti dan minuman,pemuda berambut aneh kumpul-kumpul di deker-deker atau simpang jalan,anak-anak juga tua-tua bermain ledakan mercun marak bagai suasana perang,birokrat sibuk beresin spj dan tutup buku kas,banyak mobil TLS (Timor Leste) lalu lintas kota turut menambah padat jalan di kota atambua.Inikah cara dan budaya orang atambua menutup tahun dan merayakan tahun baru?
Sementara itu Bupati Belu menghimbau aparatnya agar penghujung tahun dijadikan momentum refleksi dan evaluasi diri dan relasi dengan orang lain,Tuhan dan lingkungan diri.Gereja katolik selaku institusi yang berpengaruh di kota ini cuma menghimbau saja agar umatnya menutup dan membuka tahun baru secara beradab: duduk berkumpul bersama seluruh anggota keluarga mengelilingi lilin bernyala dan berdoa, berceritera dan makan-makan bersama;
Kota Atambua sebagai ibu kota Kabupaten Belu yang berbudaya,beradab dan beradat seyogianya penduduknya memilih cara-cara yang beradab atau beradat Belu untuk menutup dan membuka tahun baru.