Minggu, 13 Januari 2013

orang belu keturunan cina

  1.  Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke 3-4 orang cina datang mendahului kedatangan bangsa eropa (portugal dan belanda)ke timor bagian tengah dalam rangka mencari kayu cendana yang harum untuk dipakai sebagai harum-haruman ibadah orang budha atau konfusius.Mengunjungi dan memasuki wilayah orang primitif orang cina telah membekali diri dengan taktik dan metode pendekatan agar tujuan bisnis mereka bisa berhasil.Pendekatan yang dipakai dalam menggapai tujuan bisnis adalah pendekatan kerjaan atau istana di samping pendekatan budaya, dan sosial-dialogis.Pendekatan istana meningkat ke tahap pernikahan dengan putra/putri istana kerajaan yang kemudian menghasilkan keturunan orang belu campuran cina dan pribumi kerajaan lokal.
  2. Apabila perkawinan campuran ini terjadi dalam budaya Patriarchat maka semua anak / keturunan perkawinan mengikuti garis keturunan ayah dan berhak memangku takta kerajaan ayah atau kakeknya.Hal ini dapat berlaku di beberapa daerah Belu seperti kemaq dan bunaq. Namun sistim patriarchat itu tidak dengan sendirinya menghasilkan keturunan garis ayah karena masih ada persyaratan "faen" yang berarti seorang suami memasukkan istri dan anak-anaknya ke dalam sukunya melalui upacara dan pembayaran sejumlah belis atau materi ( uang logam dan hewan ).Apabila itu belum terjadi maka istri dan anak-anak masih tetap berada dan berkuasa dalam garis keturunan ibunya.Hal ini lebih jelas dalam kebudayaan dan adat istiadat orang kemaq dan bunaq di bagian utara Belu, meliputi Lamaknen,Kakuluk Mesak dan Raihat.
  3. Demikian juga rumah adat atau uma metan seorang keturunan Cina dapat mengikuti ayahnya apabila ayahnya dari sistim Patriarchat dan mengikuti mamanya apabila mama itu berasal dari sistim Matriarchat.
  4. Soal dr.Valens Parera, seorang keturunan Cina yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena beliau sedang mempersiapkan diri untuk maju sebagai bakal calon bupati Belu 2014-2019 mendatang.Tentang beliau kami tulis berita ini untuk memberikan pencerahan rasional atas isu sara yang dilontarkan sejumlah kalangan sebagai taktik kampanye hitam(black compaign),"ABC" alias Asal Bukan Cina. Menurut tutur beberapa pemangku adat dan catatan sejarah,pada abad 3-4 datang seorang Cina  di Atapupu bernama tuan Tang.Sebelum kedatangan tuan Tang wilayah atapupu khususnya kawasan Jenilu telah dikuasai raja Jenilu dengan fetornya bernama Fetor Koli. Fetor Koli menerima baik tuan Tang di rumahnya dan pergaulan mereka meningkat ke perkawinan tuan Tang dengan putri Fetor Koli yang bernama Koli Abuk.Hasil perkawinan tuan Tang dengan Koli Abuk menurunkan fetor Moruk yang kemudian dipermandikan oleh Pater Kraachvanger,SJ dengan nama Gabriel Moruk Parera, memakai nama akhir dari bapa permandian Parera yang adalah raja Batugede,juga yang menjadi sahabat dekat tuan Tang.Kemudian Gabriel Moruk Parera ini menurukan lagi Yosef Parera dan Yosef parera menurunkan Felisianus Parera dan Felisianus parera menurunkan Ignatius Kiik Parera. dr.Valens Parera adalah keturunan dari marga Parera ini( sumber info dari bapak Hironimus Parera, salah satu ketua suku rumah bitin berek hale taek, salah satu suku rumah adat di Atapupu.
  5. Maka yang benar adalah ada orang Belu keuturnan Cina,keturunan Eropa dan keturunan Sina Mutin Malaka,keturunan Melus.Tidak benar orang Belu yang tumbuh dari dalam perut bumi sebagai orang asli Belu,itu hanya mitos bukan riil/faktual.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar